Tips Lolos Substansi LPDP

Sebagai bagian komponen paling terakhir dalam penentuan kelulusan penerima beasiswa, tahapan substansi harus dipersiapkan dengan sangat matang. Berikut saya share hal hal yang harus dilakukan ataupun dihindari ketika akan tes substansi.

  1. Pastikan mengetahui jadwal pelaksanaan test substansi. Jadwal ini bisa dilihat di website LPDP tempat kamu mengisi data diri dan kelengkapan informasi. Kamu juga akan menerima sms yang menyuruh untuk mengecek website LPDP untuk mendapatkan informasi jadwal
  2. Komunikasikan ke atasan untuk meminta ijin terkait pelaksanaan test substansi yang mungkin dadakan, sehingga tidak bisa melakukan ijin secara resmi. Biasanya jadwal tes keluar sangat mepet, dalam kasus saya jadwal untuk minggu depan, dikeluarkan pada hari Jumat sebelumnya.
  3. Bawalah semua dokumen yang diminta. Semua list dokumen bisa ditemukan di webiste LPDP. Persiapkan semuanya sebelum hari H untuk menghindari kemungkinan terburuk, misalnya dokumen tertinggal, hilang, atau tidak menemukan lokasi print fotocopy.
  4. Datanglah 2 jam lebih awal daripada jadwal yang telah ditentukan, karena ini akan mengurangi resiko stress karena takut terlambat, selain itu bisa juga tanya sana sini dengan para calon penerima beasiswa tentang bentuk dan struktur tes.
  5. Setiap peserta akan memiliki jadwal yang berbeda-beda, apakah essay, LGD, ataupun interview yang lebih dahulu. Essay on the spot biasanya sangat on time. Pastikan tidak terlambat, telah menyelesaikan ibadah, makan, dan kepentingan lainnya. Untuk bisa menyelesaikan essay dengan baik, sebaiknya berlatihlah untuk menulis, seperti format academic writing task 2. Sedangkan untuk materi, saya sangat sarankan untuk membaca informasi terkini tentang Indonesia ataupun dunia. Saya sendiri, mulai rajin membaca Jakarta Post setelah berhasil submit pendaftaran LPDP. Jakarta Post juga membantu untuk memberikan vocab yang bakal digunakan untuk essay on the spot.
  6. LGD (Leaderless Group Discussion) merupakan tahapan yang cukup menegangkan juga sebenarnya, karena kita akan berbicara tentang topik yang belum tentu kita paham dihadapan sesama peserta LPDP dengan bahasa Inggris. Untuk kamu yang jarang atau memiliki ketidak percayaan diri, harus mengetahu dulu prinsip dasar dari LGD. Tujuan dari LGD adalah agar seseorang mampu menyuarakan opini di dalam forum. Menurut saya sendiri, kesulitan lain selain topik yang awam adalah, jika dihadapkan dengan sesama peserta yang sebelumnya kuliah di luar negeri (cukup banyak). Kesulitan lainnya adalah dari 10 orang pasti tentu memiliki pendapat yang hampir sama, jadi jika kamu berbicara terakhir akan kesulitan untuk menyampaikan sesuatu karena pendapatmu sudah diutarakan orang lain. Jadi, tipsnya adalah jadilah pembicara pertama atau kedua. Untuk menjadi pembicara awal, tantangannya adalah kamu harus cepat memahami artikel yang diberikan dan mendeduksi opini dengan tepat dan cepat. Apalagi artikel yang diberikan merupakan artikel berbahasa indonesia, yang tidak cukup mampu membantu kamu dalam mengembangkan vocab,jika tidak terlalu familiar dengan topik. Jika kamu tidak mendapatkan kesempatan menjadi pembicara pertama atau kedua, saya sangat menyarakan kamu mencatat semua pendapat di dalam diskusi, dan menjadi pembicara terakhir untuk memberikan rangkuman. Selama saya mengikuti LGD, biasanya para peserta akan memberikan kesempatan kepada semua nya untuk berbicara, tidak ada yang dominan. Untuk bisa berpendapat dengan baik tentang suatu topik di LGD, bacalah artikel dengan cermat, dan kaitkanlah dengan kondisi terkini serta berikan sudut pandang menurut keilmuan yang anda perdalami. Tidak perlu takut untuk berbicara, karena semua orang juga merasakan hal yang sama.
  7. Seleksi berkas dan interview merupakan satu serangkaian yang tidak pernah dipisah. Jadi, datanglah 2 jam sebelum jadwal interview dilaksanakan. Adalah waktu yang cukup untuk melakukan verifikasi dokumen. Bahkan terkadang, jadwal interview bisa lebih maju karena durasi interview setiap orang akan berbeda-beda bergantung circumstance nya. Berpakainlah dengan rapi dan sopan, pastikan sudah makan dan minum yang cukup, tidak lupa berdoa dan jangan meninggalkan sholat. Enaknya pas interview LPDP, panitia menyediakan waktu ishoma, sehingga kita tidak perlu menunda waktu sholat karena takut nama dipanggil. Masuk lah dengan tenang. Sapa dan berikan senyum kepada pewawancara. Pewawancara akan menjelaskan tentang pelaksanaan interview (misalnya ingin kita berbicara dengan bahasa apa dan juga meminta ijin merekam interview kita). Interviewer terdiri dari akademisi, praktisi, dan psikolog. Mereka akan menyuruh kita memperkenalkan diri terlebih dahulu dan kemudian menggali tentang kehidupan kita. Beberapa hal yang mereka gali adalah mengenai :
    1. Pengalaman organisasi di kampus
    2. Pengalaman organisasi setelah lulus
    3. Pengalaman kerja
    4. Kontribusi yang sudah dilakukan buat sekitar
    5. Kenapa memilih kampus dengan jurusan tersebut
    6. Kenapa memilih negara tersebut
    7. Kenapa kamu harus s2
    8. Apa yang akan dilakukan nantinya
    9. Pengalaman bisa survive hidup sebagai perantauan
    10. Bagaimana mampu setelah s2, kamu bisa mewujudkan life goals berikutnya
    11. Kontribusi buat keluarga dan masyarakat asal

Untuk melakukan interview dengan lancar, pastikan kamu sudah benar-benar membaca kembali essay yang ditulis dan rencana studi yang sudah kamu rangkum. Pastikan menguasai hal itu karena mereka akan menggali pertanyaan berdasarkan apa yang kita sampaikan. Selain itu, tetaplah tenang apabila ada pertanyaan yang sedikit menekan, karena setiap jawaban akan mencerminkan bagaimana kita menghadapi masalah. Berikan penjelasan yang runut dan logis. Fokus dengan pertanyaan, kalau tidak jelas, bisa ditanyakan ulang. Jika ditanya A, jawablah dengan jawaban A dan baru berikan penjelasan. Biasakan berbicara seperti menulis paragraf deduktif, dimana topik utama di awal paragraf, jangan metode induktif, karena itu terkesan bertele-tele, dan bisa jadi kita pada akhirnya lost in words sebelum bisa meberikan inti dari jawaban. Interview merupakan ajang untuk menjual diri, akan tetapi jangan sampai kamu memberikan kesan bahwa kamu memaksakan diri bahwa kamu adalah orang yang paling layak untuk dipilih untuk menjadi penerima beasiswa. Karena itu berkesan sombong. Lakukanlah setiapa interview dengan jujur dan dengan penuh kerendahan hati. Akhiri interview dengan senyum dan salam.

Berdoalah untuk semua kemungkinan, dan persiapkanlah plan B apabila gagal menerima beasiswa. Misalnya dengan mencari beasiswa lain atau fokus di dunia pekerjaan. Ketika kamu sudah menyibukkan dengan plan B dan kamu gagal, maka kamu tidak akan begitu kecewa. Percayalah bahwa Allah sudah menjamin rezeki setiap makhlukNya.

lpdp

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s