Mendadak Swedia

Sampai tanggal 11 Juli 2018 kemaren, saya masih gatau harus kuliah kemana. Udah ngomong ke orang kantor bakal resign bulan Januari 2019 karena kayaknya ke Australia aja jadinya (sesuai universitas awal daftar) buat intake Februari. Kita yang berencana, hanya Allah yang kuasa yang mengijabah.

Dari pengalaman daftar-daftar universitas, pendaftaran universitas Swedia ini yang paling terakhir saya lakukan. Pendaftaran ditutup akhir Januari, begitupun saya mendaftar di hari penutupan pula, karena masih agak gak yakin dengan kuliah di negara kutub. Saya tidak lagi mendaftarkan diri ke universitas lain semenjak itu karena berbagai faktor diantaranya rumor tidak diperkenankannya perpindahan universitas untuk intake di tahun yang sama oleh LPDP, kantong yang sudah menipis, teman-teman PK hampir semuanya ke Australia. Itulah salah 3 kenapa saya tidak lagi mendaftarkan diri ke universitas lain. Antara sudah pasrah atau sudah kere 😦

April 2018, saya mendapatkan LoA dari KTH Royal Institute of Technology untuk intake Agustus 2018. Sementara, universitas tercantum saya di LPDP adalah The Australian National University(ANU) untuk intake Juli 2018. Saya harus mengajukan proses perpindahan jika ingin ke KTH sesuai prosedural terbaru LPDP. Perpindahan universitas memakan waktu 2.5 bulan yang dibuka pada tanggal-tanggal tertentu. Tidak dapat diajukan serta-merta setelah memperoleh LoA. Mungkin sangat berbeda dengan penerima beasiswa angkatan sebelumnya dimana assessment untuk perpindahan universitas hanya memakan waktu 2 minggu. Jadi, saya cukup stress memutuskan apakah saya mengajukan pindah universitas, yang pengumumannya 11 Juli, atau saya tetap di universitas awal, yang artinya saya akan sekolah ke Australia. Jika pengajuan perpindahan universitas saya ditolak oleh LPDP pada 11 Juli, artinya saya tetap tidak akan bisa ke ANU karena deadline accept offer adalah 30 Juni. Serba dilema. Selain itu IELTS saya akan expired pada 26 September 2018. Jadi kalo pindah univ ditolak, LoA ANU jg harus defer untuk jaga-jaga, IELTS jg expired(artinya akan keluar uang lagi). Sebenarnya enaknya kalo pindah universitas ditolak, kita diperkenankan oleh LPDP mencari LoA lain 1 tahun sejak penolakan. Saya take a risk, kalaupun ditolak masih ada 1 tahun lagi buat cari univ, masih ada 1 tahun lagi buat perbarui skor IELTS, dan masih ada gaji dari pekerjaan untuk membayar administration pengurusan daftar-daftar kuliah ini itu. Hati kecil saya berkata, mungkin ini kesempatan yang diberikan oleh Allah untuk bisa menginjakkan kaki di tanah Eropa. Saya nekat.

Saya mengajukan pindah universitas pada 15/05/2018 ke DKP3 LPDP. Beberapa hari kemudian saya mendengar kabar bahwa saya tidak diperkenankan berangkat di 2018 dari salah satu ‘orang dalam’ LPDP untuk Swedia. Tentu saja tidak diperkenankan berangkat 2018 artinya juga tidak diperkenankan berangkat di 2019, dikarenakan LoA Swedia ini tidak bisa defer. Pasrah. Saya bilang atasan bahwa saya akan kuliah 2019 aja dan kemungkinan ke Australia februari 2019. Plan B saya, LoA Ausie saya defer dan saya mati-matian belajar IELTS.

Ga ada feeling apa-apa dan bahkan ga inget tentang pindah univ tetiba dapat e-mail diperkenankan pindah universitas pada 11 Juli 2018 pukul 17.59. Panik.

  1. Deadline pembayaran tuition fee adalah 15 Juni, sedangkan 11 Juli saya dinyatakan harus kuliah sesuai hasil perpindahan universitas, tidak bisa diundur dengan alasan apapun kecuali tugas negara. Ternyata perwakilan KTH Royal Institute sangat baik, sengaja menunda pembayaran terkhusus untuk mahasiswa dengan status sedang mengajukan pindah universitas seperti saya.
  2. Pengurusan Resident Permit biasanya memakan waktu 2-3 bulan lamanya. Saya yakin ga akan terkejar karena kuliah dimulai 27 Agustus dan saya harus sudah ada di Stockholm per 18 Agustus 2018. Impossible. Tapi, rencana Allah memang indah. 4 hari setelah mengajukan, Resident Permit saya langsung granted. Subhanallah! Meskipun sampai sekarang kartunya belum sampai Indo. Tapi masih ada kemungkinan berangkat dengan Visa D. Kondisi saya saat ini  telah memesan tiket pesawat tanggal 17 Agustus tanpa ada visa di tangan.
  3. Saya belum ngasih tahu saya bakal resign secepat itu. Saya baru ngasih tahu atasan setelah Resident Permit saya granted, pada 23 Juli. Artinya, saya tidak bisa resign sesuai prosedur di Bukalapak dengan 2 months notice. Tapi Allah memang punya rencana yang sangat baik, saya tidak perlu resign. Saya diperkenankan untuk Unpaid Leave selama 2 tahun dan bisa kembali bekerja di Bukalapak setelah selesai study. Terima Kasih Bukalapak.

My life may not be going the way I planned, but it’s going exactly the way Allah planned it.

One thought on “Mendadak Swedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s