Tentang Undangan

Universitas saya sedang memasuki masa-masa minggu tenang ujian period 1, yang akan diselenggarakan minggu ke 3 bulan Oktober. Saya disibukkan dengan berbagai urusan perkuliahan mulai dari diskusi kelompok yang tidak menemukan muara dan persiapan ujian akhir yang saya sendiri belum ada gambaran dengan ujian berdurasi 4 jam.  Menjalani kehidupan perkuliahan yang biasa-biasa saja, mengerjakan tugas, dan tidak lupa menghabiskan waktu sabtu minggu bermain dengan anak-anak PPI Stockholm, untuk sekedar bermain badminton, berburu jaket winter dari second hand market, memasak bersama, atau mengikuti pengajain ibu-ibu Indonesia yang berkedok untuk me-restock makanan untuk 1 minggu ke depan.

Tidak ada yang janggal, tidak ada firasat apapun, tidak ada kegalauan. Semua hal terlihat normal baik dari urusan perkuliahan maupun pertemanan. Bahkan musim gugur di Stockholm akhir-akhir ini begitu indah karena banyak cahaya matahari. Sepertinya, semesta mendukung  saya untuk lebih berbahagia di belahan bumi utara yang jauh dari sanak keluarga.

Pagi itu, di minggu tenang ini, saya harus bangun lebih pagi karena slot laundry saya pada minggu ini di jam 7-10. Telat bangun berarti saya harus bersiap-siap dengan tumpukan baju untuk seminggu ke depan. Alhasil, saya bangun, beribadah, dan mulai mencuci.  Kemudian saya membuat sarapan berupa roti bakar dan satu cangkir teh yang saya bawa dari Indonesia. Pagi yang menyenangkan karena saya begitu sangat produktif, tak seperti biasanya yang terburu-buru bangun dan bersiap-siap ke kampus. Pagi nan gelap juga cukup dingin, kami berdua (saya dan roommate) memutuskan untuk memanggil landlord untuk mengecek heater di apartemen kami dan menjanjikan akan mendatangkan teknisi untuk memperbaikinya. Hari yang mulus. Begitu saya pikir.

Di sela-sela menyelesaikan essay untuk kick off minggu depan di Paris, saya mendapatkan sebuat pesan melalui whatsapp. Pesan dari seseorang yang nomornya sempat saya blok dan unblok berpuluh-puluh kali sampai akhirnya saya sadar bahwa saya sangat childish dan menghentikan kekanakan itu.

Itu, chat pertama setelah 1 tahun kita tidak pernah saling bertukar informasi sama sekali. Percakapan menanyakan kabar, tentang kuliah, dan lain sebagainya tiada hal yang ganjil meski awkward. Kemudian selang 30 menit dari chat terakhir, orang tersebut sampai kepada point utamanya, yaitu memberikan sebuah undangan, tertera nama saya sebagai undangan, dan namanya dengan perempuan yang saya kenal sebagai tokoh utama. Dia akan menikah! Dia memohonkan doa untuk pernikahannya.

…………………..

Memori saya terbang pada kejadian 4 tahun lalu, dimana dalam perbincangan kita di sebuah panggilan telepon, saya pernah bilang bahwa, jika kita tidak berjodoh, dan menemukan jodoh masing-masing, saya akan memulai memikirkan tentang pernikahan setelah dia menikah lebih dahulu, karena saya tidak ingin hidup dalam penyesalan.

………………….

Saya tidak bisa memberikan gambaran tentang hal yang saya rasakan karena terlalu bercampur aduk. Tentunya ada rasa sedih yang tidak perlu dideskripsikan dan juga ada sedikit rasa lega karena saya tidak akan bisa hadir ke acara berbahagianya karena situasi yang begitu menguntungkan. Begitulah, setiap orang memiliki keputusan masing-masing, dan tentunya kita menghargai keputusan yang mereka ambil dengan ataupun tidak lapang dada. Dia akan menjalani kehidupan bahtera pernikahannya dan begitupun saya harus melanjutkan hidup saya untuk berkuliah dengan benar, menjadi pribadi yang lebih baik, dan mungkin menemukan pasangan dan menikah di suatu waktu yang telah ditetapkan Tuhan.

Karena kita percaya, rezeki, jodoh, maut, semuanya di tangan Tuhan. Dan  akhirnya kita sampai pada satu ketetapanNya: “hai, ternyata memang kita tidak berjodoh ya :)”

I wish nothing, but the best for your marriage.

3 thoughts on “Tentang Undangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s