2018 in Review

Sebenarnya tulisan ini diperuntukkan untuk diri saya sendiri yang mudah lupa pernah ngalamin hal apa saja dalam hidup. Sebagai catatan bahwa mungkin tahun depan saya bisa hidup lebih berwarna lagi. Adanya ig story dan stok foto ternyata cukup membantu.

Januari

Mengawali tahun baru dengan menonton marathon film 20 episode yang saya tonton ke 3xnya dari tanggal 31 Desember 2017- 1 Januari 2018. Sampe yang punya rumah(kakak saya) protes saya ga keluar-keluar kamar. Btw tahun sebelumnya saya juga nonton film yang sama untuk menyambut tahun baru.

Pertama kalinya nonton konser Padi secara langsung, berkat ultah Bukalapak.

IMG_0954

Mendadak Bandung buat minta surat rekomendasi ke dosen. Nah bapak dosen ini ga bales-bales e-mail saya, sementara deadline pendaftaran EPFL hari itu jg. Eh udah bela-belain nyampe Bandung tengah malem, paginya si bapak bales e-mail “rekomendasinya sudah saya submit ke kampus tujuan”. Jadilah kerjaannya ngerusuhin mahasiswa S2 (red: adik saya) seharian wkkw.

Salah satu sobi (Elfida) saya terbang ke Australia buat lanjut study, ga sempat ketemu karena dia terlalu buru-buru. Dia berharap kita bakal ketemu di Australia, eh taunya ga jodoh ya kita. Elfida ini teman saya sejak dari TPB, satu asrama, satu kontrakan, satu kamar, sama-sama KP di Chevron, first job kita sama-sama di Schneider, dan sama-sama keterima S2 di Australia dan mendapat beasiswa LPDP di tahun yang sama. Hampir jodoh, tapi saya sedikit memodifikasi jalan hidup saya.

Februari

Nyobain kereta Bandara buat mengantar si eneng, Renitia, buat lanjut study di Korea. Impian kita buat S2 tercapai ya di tahun yang sama 🙂

IMG_D8F0DB32B2B1-1

Berhasil bikin  Fuyunghai dan Egg Chicken Roll!

 

Maret

Ada yang pulang dari Jepang tidak berkabar-kabar. Akhirnya ketemu Marcel itupun dengan skenario yang ceritanya memberi suprise saya dan sisil. Dan kita merayakan ulang tahun Marcel yang ke 26 di Fish & Co Senayan City (tempat yang akan menjadi memorable selamanya buat saya).

20180323_195035

 

April

Ke Singapore dan Malaysia sama Widya, Rindy, dan Fitri. Sebenarnya kita dari tahun lalu berencana ke Jepang buat liat sakura. Ternyata kantongpun tidak memenuhi. Nah kebetulan Singapore ngadain Sakura Matsuri gitu, jadi kita bisa lihat sakura langsung di Garden by the Bay. Sebetulnya selama di garden bay kita semua masih sanksi itu beneran sakura apa enggak wkwk.

WhatsApp Image 2018-12-21 at 03.43.08

Apakah itu sakura?

Abis itu minggu depannya ke Bandung buat wisuda masternya Amy. Sebenarnya sekalian jalan-jalan, mainnya sih sama itu-itu lagi, cewe-cewe STEI 2010.

Pada 19 April denger kabar paling mengagetkan, teman saya, Marcel, yang bulan lalu kita rayakan ultahnya sama-sama mengalami kecelakaaan di Jepang. Ketika sedang menyebrang di zebra cross, mobil menabraknya, dan sahabat kami pergi untuk selamanya. I only can remember the good things of him. RIP Marcel, you will be missed, always.

20180323_194801

You always be missed, Cel

Mei

Ikutan pre-departure Swedia. Padahal hati saya sudah mantap loh mau kuliah ke Melbourne. Ehey, entah kenapa saya datang ke pre departure Swedia, seorang diri. Tidak punya teman ataupun kenalan yang mendaftar Swedia. Sebenarnya alasan saya memilih Swedia biar ga banyak orang Indonesianya. Entah kenapa dari dulu saya selalu pengen berada di lingkungan yang ga ada satu orangpun kenal saya. Sama kayak dulu pernah berdoa pengen tinggal di pulau, eh dapet kerja di Batam, tp menyesal :p.

Ikutan Hack a Fun nya Bukalapak, itu sejenis acara hackathon tapi untuk internal karyawan Bukalapak saja. Lumayan dapat harapan 1 (Rp 2.000.000) yang abis buat Hakata Ikousha doank.

photo_2018-05-14_13-06-09

 

Juni

Kantor mana yang bisa ngasih karyawannya Work From Home atau cuti selama 1 bulan? Nah baiknya Bukalapak dan tentunya bos saya yang memiliki kepercayaan bahwa bekerja remote produktivitasnya tidak terganggu. Jadilah saya meninggalkan kantor sebulan meski degdegan kalo internet rumah ilang-ilangan seperti biasanya.

Kerjaan saya di rumah itu cuman wisata kuliner dari dapur ke ruang makan, dari rumah tante ke tante yang lainnya. Ini lebaran yang paling menyenangkan buat saya karena semua keluarga bisa kumpul di Bukittinggi. Tahun sebelumnya kita sekeluarga lebaranan di Jakarta. Tiap 2 tahun sekali doank lebaran di kampung halaman. Bahagianya karena saya bisa menikmatinya selama sebulan! Padahal saya tidak tahu kalo saya akan kuliah di tahun ini juga, jadinya ini memang takdir Tuhan bahwa saya harus memanfaatkan momen-momen bersama keluarga.

Juli

Perpindahan universitas saya diterima LPDP. Panik donk! Sebulan lagi harus berangkat ke Swedia tanpa persiapan modal, mental. Sebenarnya saya ga yakin-yakin amat mau kuliah ke KTH (bahkan sampe saat berangkat). Jadilah saya mengemis minta batalin pindah universitas, biarkanlah saya tetap ke Ausie dan kuliah 2019. Nasi sudah jadi bubur, tinggal kasih kecap ama kerupuk. Juli jadi bulan paling hektik bagi saya untuk mengurus segala macam dari visa, housing, persyaratan beasiswa, nyelesaiin kerjaan, dll. Kayak ga punya waktu buat berfikir dengan tenang gitu tapi ga mau cerita ke siapa-siapa. Apalagi sama orang kantor. Jadi saya ga bilang-bilang mau kuliah agustus, karena visa saya waktu itu belum terbit-terbit. Pernah berharap ga terbit juga sih, satu-satunya alasan biar LPDP ngebatalin persetujuan saya kuliah ke Swedia.

Tahun ini outing Bukalapak ke Lombok. Jadilah saya berangkat-berangkat aja juga ditengah-tengah kekalutan persiapan saya buat kuliah di Swedia. Padahal tiap hari ngecekin status visa.

Seninnya visa saya granted dan saya memberanikan diri ke atasan saya untuk ngomong kalau saya kemungkinan akan resign bulan depan. Padahal ya, harusnya 2 months notice kalo mau resign ga bisa pergi-pergi begitu aja. Karena halangan inilah akhirnya saya kepikiran gimana kalau saya nanya aja bisa cuti kuliah ga ya? Bersyukur VP Bukalapak waktu itu mengabulkan cuti kuliah 2 tahun.

Agustus

Sejujurnya saya paling tidak suka momen-momen perpisahan dimana saya menjadi tokoh utamanya. Mulai sibuk acara perpisahan sama temen kantor yang dulu, sahabat kuliah, temen main, ama keluarga. I was not even sad or cry. Bahkan pamitan ama emak di bandara aja ga nangis jg saya. Karena terlalu capek sih dan kebetulan saya sedang sakit-sakitnya pas berangkat, bikin keluarga khawatir. Untung masih idup sampe hari ini.

18-8-18 Menginjakkan kaki di Swedia! Bertemu orang-orang baru. Eh taunya pas berangkat, sepesawat sama anak Indo 11 orang dengan tujuan kampus yang sama. Dan alasan utama saya memilih Swedia sudah terbantahkan di hari pertama.

DSC00249Icon Stockholm City

WhatsApp Image 2018-12-21 at 03.45.20Housing Saya

Mengunjungi IKEA di negara asalnya. Selama ini tinggal di Jakarta ga pernah ke IKEA.

Dan akhirnya saya setuju pernyataan teman saya bahwa memang pria Swedia merupakan makhluk paling ganteng di muka bumi. Salah satu reward kuliah di Swedia.

September

Mulai kuliah.  Bertemu teman baru dari berbagai negara. Kadang ngerti yang diomongin dosen, kadang kalo ada jokes dosen ga tau, kadang kehilangan vocab ketika sedang bertanya, kadang fitur autotranslate di kepala tidak jalan. Ya begitulah. Tiap hari saya jadikan momen belajar ini untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris saya yang ala kadarnya.

Oh iya, di antara anak-anak Indonesia di Stockholm, ternyata banyak anak HME 2012 yang saya sama sekali tidak familiar muka mereka. Entah karena saya terlalu ansos dulu atau kita sama sama ansos. Padahal dulu saya sering ngasisten anak 2012.

IMG_0952

Juniro 2012 & 2014

Ke Grona Lund, sejenis amusement Park di Stockholm. Seumur-umur saya paling cuman naik 1 Roller Coaster, eh karena salah pasangan akhirnya saya (tidak) terpaksa dengan senang hati menemani teman saya untuk mencoba hampir semua wahana roller coaster. Kayaknya jantung saya sudah agak terlatih.

DSCF5938Ini ceritanya lagi pose oke champ. Padahal yang HME cuman 5 di sini.

Oktober

Karena lagi autumn, jadi kita mulai hunting foto Autumn. Dan autum di Stockholm begitu sangat indah dan dingin.

IMG_1816

Exam perdana. Sulit.

Mengunjugi Menara Eiffel. Terima kasih untuk program kuliah saya yang memboyong 400 mahasiswa dari 8 universitas untuk bisa bertemu di Paris dalam rangka KickOffEITDigital secara gratis.

DSC00103

First Snow. Pagi itu kuliah di pagi nan biasa, jam 8. Dua jam berselang ternyata jalanan depan kampus sudah putih. Bahagia.

November

Ikutan Hackathon Spotify. Jadi 1 dari 50 orang terpilih dari total pendaftar 300an.  Dalam 3 hari kita membuat fitur yang belum pernah didevelop Spotify dengan memanfaatkan API mereka. Meski belum menang, lumayan senang 3 hari bisa makan sepuasnya. Dan yang paling penting bisa mengunjungi HQ Spotify dan visit semua lantai kantor. Sayang ga semua tempat boleh difoto.

Mengunjungi HQ King (Candy Crush) dalam rangka office visit tentang Data Science talk. Salah satu game yang saya mainkan sejak 2013 yang selalu stuck dan butuh bantuan seseorang kalo udah ada coklatnya.

WhatsApp Image 2018-12-21 at 03.44.39

 

December

Re-exam buat perbaikan nilai. Baiknya KTH kita boleh perbaikan nilai.

Dan waktu begitu cepat berlalu, rasa-rasanya baru kemaren saya nonton marathon ga tidur2 ditengah2 letusan kembang api. Tahun ini boleh dibilang nano nano, ada sedih sedihnya dan ada bahagianya. Semoga tahun depan bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah saya lakukan seumur hidup dan bisa mewujudkan bucket list hidup satu per satu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s