Machine Learning dan Kesombongan

Tulisan ini didedikasikan untuk saya, seorang mahasiswa yang nekat ambil mata kuliah Machine Learning karena merasa yaqueen bahwa kemampuan matematikanya masih bagus setelah hampir 4 tahun tidak belajar matematika advanced.

Sebagai salah satu kuliah elektif, hanya saya, 1 dari 24 orang mahasiswa program saya yang ambil mata kuliah pilihan ini. Dengan berbekal sedikit kesombongan yang tercipta karena nilai-nilai A yang saya panen di  kalkulus 1 & 2, matematika teknik 1 & 2 dan probablity dan statistic, structure discrete, dan robotic jaman kuliah S1, saya meyakini bahwa akan bisa melewati mata kuliah ini dengan gampang dan cukup percaya diri untuk dapat nilai A.

Di saat kita angkuh, di saat itu pula kita diuji. Di hari pertama kelas, saya sama sekali tidak mengerti yang diajarkan dosen. Saya berusaha mereview mata kuliah setiap pulang kuliah dan mencoba belajar dari youtebe nya Andrew Ng. Mungkin, dalam 1 semester berkuliah, ini adalah satu-satunya mata kuliah yang saya sungguh niat. Mengulang pelajaran langsung, ambil course udemy, dan nonton youtube mata kuliah Artificial Intelligence dari MIT atau dari Stanford.

Seiring waktu berjalan, saya menyadari bahwa kemampuan otak memang bisa menurun begitu drastisnya. Bahkan saya lupa turun log apa dan hasil pengurangan 1 dengan 1×10^-19 itu berapa. Saya cukup lama berfikir. Voila!. Memang benar kata pepatah minang “hapal kaji dek baulang, hapal pasa dek batampuah”. Setelah hampir 5 tahun tidak menggunakan matematika dalam kehidupan saya, nilai-nilai A yang saya banggakan di transkrip S1 hanya omong kosong belaka.

Jumat lalu, baru saja UAS mata kuliah machine learning. Saya yang sudah belajar mati-matian menurut versi saya, akhirnya tersadarkan melihat soal ujian yang cukup berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di situ saya sadar bahwa usaha keras mati-matian saya belum ada artinya. Kok saya merasa dejavu sama mata kuliah mesin-mesin elektrik ‘machine – machine electric’ ya, sama-sama machine sama-sama bikin pusing dan sedih abis ujian T.T

Meskipun hanya belajar 1.5 bulan dan hasil ujian yang pasti tidak akan bagus, saya setidaknya belajar hal yang baru yaitu metode-metode class classification kayak linear regression, k-nearest neighbour, classification, ensemble learning (bagging, boosting), decision tree, support vector machine, artificial neural network. Meskipun mengerti kulit dasarnya saja, setidak saya benar-benar belajar hal yang baru, yang membuat saya sungguh senang.

Sampai jumpa lagi Machine Learning dalam 3 bulan buat re-exam, karena nilai saya pasti jele’.

One thought on “Machine Learning dan Kesombongan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s