Berpetualang ke Negerinya Tintin

Siapakah yang masih ingat dengan serial petualangan seorang wartawan bernama Tintin dan anjingnya yang bernama Milo. Mungkin hanya yang sudah berumur yang masih ingat. Serial ini ditulis oleh seorang sastrawan berkebangsaan Belgia dengan menjadikan Tintin seorang tokoh utama yang juga berdarah Belgia.

Easter break lalu saya mendapatkan kesempatan untuk berpesiar ke negerinya Tintin. Meskipun bagi sebagian orang Belgia bukanlah tempat yang terlalu populer untuk tujuan wisata dibandingkan Jerman atau Belanda, tetapi memakan Waffle Belgia di negeri asalnya adalah salah satu bucket list saya.

Di Belgia sendiri, saya dan dua orang rekan saya mengunjungi kota Antwerp dan kota Ghent dalam waktu kurang dari 24 jam saja. Dari Dusseldorf, Jerman kami menggunakan FlixBus tujuan Antwerp. Lintas negara dengan waktu tempuh hanya 2 jam saja. Tak heran para mahasiswa yang berkuliah di eropa daratan sering melancong.

Sebenernya tidak banyak tempat yang bisa dilihat di sini. Karena kami fokus untuk wisata kuliner karena sangat excited dengan harga-harga makanan lokal yang hanya setengah kali harga-harga di Swedia.

Beberapa tempat yang saya dikunjungi di Antwerp:

  1. Central Station Antwerp
    Katanya stasiun ini termasuk bangunan paling artsy di sini. Lumayan bagus untuk berfoto-foto.
    photo_2019-07-03_22-00-00
  2. Museum aan de Stroom (MAS)
    MAS merupakan museum seni yang terletak dipinggir port. Dari lantai paling atas kita dapat melihat penampakan kota Antwerp.
    DSC01767
  3. Antwerp Centrum
    DSC01707
    dsc_5872.jpg

Untuk transportasi sendiri, kami mempergunakan daily pass. Sebenernya tiba di negara ini cukup bingung, kok tidak ada mesin pembaca kartunya. Jadi, bisa saja orang menggunakan kendaraan umum tanpa membayar sama sekali. Kalo di Swedia, bisa kena denda sekitar 5 juta rupiah.

Setelah siang menjelang, kami menuju Ghent, kota paling direkomendasikan oleh orang-orang untuk dikunjungi di Belgia. Untuk ke Ghent dari Antwerp dibutuhkan waktu 1 jam dengan menggunakan kereta seharga 8 euro. Dan lagi-lagi tidak dicek sama sekali. Disinilah sebenernya iman kita diuji. Karena pernah mendengar sebuah cerita turun temurun salah seorang PPI Swedia yang khilaf dan tertangkap di Italy karena tidak menggunakan tiket, kami urungkan pula niat licik ini. Kami tetap membeli tiket apapun itu selama trip.

Di dalam kereta kami bertemu dengan seorang bule yang taunya bisa berbahasa Indonesia karena pernah tinggal di Indonesia selama 3 tahun. Abang bule PhD italy yang sudah dibilang ganteng sama temen saya dalam bahasa Indonesia sebelum doi memperkenalkan diri. Pantesan dia senyum-senyum mendengarkan ocehan kami.

Ghent merupakan kota tourist, berbeda sekali dengan Antwerp. Lagi-lagi yang dilakukan adalah wisata kuliner. Menyicipi waffle Belgia lagi, Belgian Frieten, es krim, dan “permen hidung”. Lagi-lagi kami disapa lagi oleh seorang Belgia yang bisa berbahasa Indonesia yang pernah tinggal di Aceh selama 13 tahun saat makan. Dan kayaknya mereka telah mendengar semua gunjingan-gunjingan kami. Harus berhati-hati memang kalo ke negara-negara yang banyak orang Indonesianya.

photo_2019-07-03_21-59-34DSC01881photo_2019-07-03_21-58-47.jpgDSC01830

Sedangkan tempat untuk dikunjungi di Ghent, cukup ke centralnya, kawasan Gravensteen. Di sini bisa menemukan banyak bangunan architecture dan ribuan manusia.

DSC01843DSC01862

DSC01849

Menurut saya pribadi, Belgia adalah negara yang wajib dikunjungi.

4 thoughts on “Berpetualang ke Negerinya Tintin

Leave a Reply to aisyahdz Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s