Tidak Percaya Diri

Semakin luas pergaulan, semakin kenal dengan orang-orang yang pintar di bidangnya, semakin merasa kecil pulalah diri ini.

Mungkin bisa dibilang, masa-masa awal sekolah adalah masa dimana kepercayaan diri kita tinggi-tingginya. Mungkin saja, kita adalah sang juara di SD dengan kelas berkapasitas 30 orang. Seiring waktu berjalan, kita mulai melanjutkan pendidikan ke sekolah yang lebih tinggi. Mulai bertemu dengan sang juara-juara dari sekolah asalnya. Tak bisa dielakkan, kepercayaan diri terus berkurang karena sadar bahwa kita tidak pintar pintar amat. Tidak seperti yang dibayangkan sebelumnya.

Apakah menjadi murid paling berprestasi menimbulkan kepercayaan diri? Oh jelas. Tapi apakah menjadi murid biasa harus menggugurkan kepercayaan diri? Jawabannya tentu tidak. Menurut saya, semakin tinggi pendidikan yang ditempuh, semakin banyak kesempatan bertemu dengan orang-orang yang lebih cerdas, berarti kita sudah berada di lingkungan yang tepat.

Saya sendiri sebenarnya merasakan syndrom rendah diri pertama kali ketika mulai masuk universitas. Saat bertemu dengan orang-orang dari kota besar dan sekolah unggulan Indonesia. Apalah saya yang mencicipi sekolah dari TK-SMA di daerah pelosok dengan lingkungan yang homogen. TL;DR tidak menantang. Seiring waktu berjalan, saya mengubah rasa rendah diri saya ini dengan berusaha sungguh-sungguh. Toh, orang yang paling pintar di jurusan saya pun juga pasti karena rajin dan tekun belajar. Setidaknya saya harus lebih rajin biar tidak ketinggalan amat.

Setelah memasuki master program, syndrom ini tentu saja sudah mulai menghilang. Meskipun mahasiswa internasional yang saya temui di kelas juga sangat pintar dengan latar belakang pendidikan yang bagus, tetap saja kuncinya adalah ketekunan. Meskipun waktu yang saya perlukan untuk memahami sesuatu lebih lama dibandingkan mereka. Tidak apa karena tidak ada usaha yang sia-sia.

Di saat kita berusaha mengejar prestasi orang paling berprestasi di bidang yang kita tekuni, tanpa kita sadari kita sudah 1000x lebih baik dari pada kita sebelumnya. Suatu twit adek kelas sy yang sangat related tentang ini:

You are so afraid to be left behind, till you forgot how far your journey actually is.

Yaudah, intinya jangan panik. Tekuni dan sekali-kali liatlah ke belakang. Jadikan orang-orang berprestasi disekitar kita sebagai panutan dan tempat belajar.

Sekian.

2 thoughts on “Tidak Percaya Diri

  1. aaah aku senang sekali baca ini, terutama:
    You are so afraid to be left behind, till you forgot how far your journey actually is.

    penting juga untuk mengapresiasi diri sendiri untuk tetap semangat berjuang, hehe

    terimakasih Mbaa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s