Applying Six-Thinking Hats in Life

Salah satu konsep di dalam dunia per UX yang paling menarik bagi saya adalah six-thinking hats. Six-thinking hats sendiri sebenarnya ada sebuah metode cara berfikir yang biasanya diperuntukkan buat ideation. Di dalam dunia per UX an sendiri, six-thinking hats in diterapkan di awal-awal sebelum memulai eksekusi sebuah ide.

Sesuai dengan namanya, setiap partisipan diskusi harus berfikir sesuai dengan ‘topi’ mereka. Di awal diskusi, setiap org dibagikan ‘topi’ masing-masing. Setiap org harus menuliskan ide-ide sesuai dengan peran topi masing-masing di sticky notes. Di akhir durasi, semua anggota forum berdiskusi.

Ada 6 topi yang dimaksud:

  • Black hat berperan memberikan pandangan kritikal atau judgement terhadap masalah
  • White hat berperan mencari informasi dan fakta terkait masalah utama
  • Red hat berperan memberikan emosi dan feeling terhadap masalah
  • Yellow berperan memberikan positive feedback terhadap masalah
  • Green hat berperan memberikan ide-ide baru dari masalah utama
  • Blue hat berperan mengendalikan proses jalannya diskusi (moderator) selalu berbicara di awal memberikan overview jalan diskusi dan di akhir dengan memberikan big picture/kesimpulan diskusi.

Meskipun metode ini biasanya diterapkan dalam diskusi kelompok, metode ini juga bisa diaplikasi untuk diri sendiri dalam mengambil keputusan hidup. Coba bayangkan, dalam sehari berapa banyak hal yang kita lakukan berdasarkan keputusan-keputusan? Misalnya: mau makan apa, mau masak apa, mau nesis atau netflix, dsb. Nah, biasanya ada keputusan-keputusan penting yang kita ambil dengan kurang pertimbangan Bahkan, tidak jarang jika kita memiliki sebuah ide, kita pula lah yang membantahnya di kemudian hari. Hal ini dikarenakan kurangnya berpola pikir kritis.

Metode six-thinking hats ini mengajarkan kita untuk berfikir lebih terstruktur untuk mengembangkan sebuah ide atau memecahkan masalah sebelum mendecide sesuatu. Misalnya, kita memiliki ide untuk membangun sebuah startup di bidang bitcoin. Untuk berfikir secara terstruktur dan kritis, pertama kali yang dilakukan adalah cari-cari informasi fakta pendukung tentang bitcoin tersebut (white), tinjau positive value (yellow), cari tahu negativenya atau tantangan-tantangan eksekusi ide tesebut dengan meninjau kompetitor dan potential market(black), kemudian kembangkan ide dasar tadi dengan mencari Unique Selling Proposition (USP) yang membedakan dari kompetitor (green), dan terakhir rangkum kesimpulan dan bikin next plan (blue).

Mengaplikasi six thinking hats dalam kehidupan sehari-hari pasti akan sangat bermanfaat, sehingga tidak akan ada lagi penyeselan di kemudian hari karena tidak mempertimbangkan sesuatu hal dengan matang. Saya sendiri mulai mengaplikasi cara berfikir ini buat kehidupan sehari-hari di 3 bulan belakangan yang membuat saya bisa mengambil beberapa keputusan penting lebih jelas.

Oiya jangan lupa untuk selalu berdoa apabila galau akan mengambil keputusan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s