Summer Internship di Swedia

Swedia termasuk negara yang cukup royal memberikan kesempatan untuk para student untuk bekerja di luar kampus. Ga kayak US :p. Dengan visa student, kita bisa bekerja maksimal 20 jam per minggu. Sedangkan selama summer, dengan visa student kita bisa bekerja layaknya pekerja biasa yaitu 40 jam seminggu.

Selama melakukan per thesisan sebenarnya saya juga sembari apply-apply summer internship. Tetapi, ketika thesis mulai hectic, sejak awal April saya sudah tidak lagi mengirimkan CV. Entah karena hectic atau telah lelah dengan penolakan. Rencana saya adalah setelah defense di bulan Juni, saya akan segera pulang ke Indonesia. Mengingat visa saya juga akan habis di akhir bulan Juni. Ada yang bilang kalo kita harus fokus satu-satunya untuk mendapatkan hasil maksimal. Jadilah saya tidak lagi update-update portfolio atau apply internship. Namanya rejeki, ada aja. Akhirnya saya mendapatkan internship dengan jalur orang dalam. Tidak melalui proses seleksi CV normal.

Saya memulai internship sehari setelah sidang thesis. Jadi, saya benar-benar tidak ada perayaan menyelesaikan thesis sama sekali. Lelah tapi butuh uang.

Karena situasi covid-19 ini, internship dilakukan secara remote juga (mengurangi networking dan peluang dihire). Hanya sekali seminggu ke kantor untuk saling mengenal sesama interns. Tim internship kami terdiri dari 7 orang untuk 2 proyek. Proyek yang saya tangani terdiri dari 4 orang (2 data scientist, 1 backend developer, dan 1 front-end developer). Meskipun sebelumnya saya pernah bekerja sebagai teaching assistant dan part time front-end developer di Swedia. Bekerja di perusahaan 40 jam seminggu rasanya agak berbeda. Kami benar-benar diberikan kekuasaan untuk memilih teknologi apa yang digunakan. Dan juga menerapkan agile dengan scrum. Jika masa masa dulu bekerja di Bukalapak, saya yang nagih nagih kerjaan orang, sekarang sebaliknya. Hehe. Berasa lebih challenging dan saya rasa saya lebih menyukai coding dibandingkan product management.

Setelah 3 bulan proses internship, kami mendemokan web aplikasi kami di depan board of director. Mendapatkan apresisasi yang luar biasa. Proyek yang kami kerjakan adalah membuat web based aplikasi yang dipergunakan untuk melakukan training model untuk membuat prediksi CPU load. Aplikasi ini adalah transformasi excel based application to web based. Diantara kami ber 4 hanya saya seorang yang barusan lulus, sisanya harus melanjutkan study. Karena proyek yang kami kerjakan mendapatkan feedback positif dari BoD dan diputuskan untuk dikembangkan lebih lanjut, saya mendapatkan tawaran untuk melanjutkan internship sampai tahun depan. Sayangnya masih sebagai intern 😀

Apakah internship di Swedia digaji? Yes. Dan digajinya cukup besar. Layaknya gaji seorang employee fresh graduate. Dan tentu saja dengan pajak 30%. Tapi, tenang saja, kita akan mendapatkan tax return kok. Anggap aja nabung buat masa darurat. Jika saya bandingkan dengan teman saya yang dapat intern di Belanda, rasa-rasanya Swedia jauh jauh lebih baik :D. Jadi kuliah di Swedia aja :D. Tapi, ada juga company yang tidak membayar intern, tetepi dijanjikan akan diangkat jadi pegawai. Ini mungkin cocok jika sangat membutuhkan pengalaman bekerja. Akan menjadi nilai plus karena telah mendapatkan exposure dunia kerja.

Sebeneranya saya internship dengan status tanpa visa tapi sedang mengajukan perpanjangan. Jadi, tidak harus menunggu visa student di tangan untuk memulai internship.

Untuk apply internship sendiri bisa lewat job portal. Tapi lebih ampuh lagi lewat “orang dalam”. Sayang, belum ada orang Indonesia yang bisa dijadikan orang dalam untuk bekerja di Spotify :D. Saya sempat mikir kenapa orang India banyak banget dimana-mana. Apa mungkin karena mereka suka mereferralkan sesama mereka. Makanya, orang Indonesia harus lebih banyak lagi berkarir di perusahaan luar yang bagus biar bisa membantu sesama. Sebagai negara berpenduduk 270 juta, kompetensi orang Indonesia belum nampak di dunia internasional. Apalagi dengan kejadian Omnimbus Law ini yang mungkin akan merugikan pekerja Indonesia bekerja di Indonesia. Mari dipupuk kompetensi orang Indonesia dari sekarang. Menurut saya pribadi, sebenarnya etos kerja orang Indonesia sangat bagus, hanya saja kita underrated. Mari perlahan kita benahi.

One thought on “Summer Internship di Swedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s