Pengalaman Bleaching Gigi

Dikarenakan lagi di Jakarta beberapa hari dan dokter gigi yang buka praktek di jam kerja banyak, akhirnya aku ke dokter gigi juga. Niat awalnya sih cuman scaling, tetapi karena lagi banyak diskonan gede di Fave, akhirnya ambil paketan scaling + bleaching di sebuah klinik gigi yang berada di Sudirman City Walk. Biasanya, harga normal bleaching gigi itu di 3-5jtan. Nah, voucher yang aku beli ini lg diskon gede jadinya cuma bayar 1.75 juta untuk scaling dan bleaching gigi. Karena covid, ada lagi biaya tambahan 70 ribu (50 ribu untuk APD covid + 20 ribu untuk administrasi). Ya begitulah, beban biaya APD Covid buat dokternya kita juga nanggung gitu. Kapitalis. hehe

Jujur, belum pernah tau bleaching gigi itu kayak gimana prosedurnya. Taunya biar gigi jadi lebih putih aja. Bahkan ingin melakukan prosedur ini bukan karena habis konsultasi dengan dokter juga. Cuman karena pengen gigi lebih putih. Kalo dari dalil yang dibaca, dalam islam bleaching gigi diperbolehkan karena kita tidak mengubah bentuk. Toh gigi warna aslinya putih dan kita ingin mengembalikannya ke warna semula 😀

Biasanya, untuk ke dokter gigi kita harus reservasi 1 hari sebelumnya. Akan tetapi, si klinik gigi ini ternyata memiliki slot di waktu yang saya inginkan di hari itu juga. Jadilah saya beli voucher di Fave meskipun ribet juga buat pembayarannya karena selalu error ga jelas di mobile aplikasinya.

Setelah scaling, proses bleaching dimulai. Sebenernya si dokter ini ga bilang-bilang ini tahapan berbeda. Ga juga memberikan overview tahapannya seperti apa atau warning sakitnya akan segimana. Pertama kali si dokter akan mengukur tingkat warna gigi kita dengan dengan sample gigi berbagai tingkat warna untuk menentukan kondisi warna gigi sebelum dibleaching. Setelah itu, kita akan dipakaikan penyangga gigi biar selalu mangap dan kemudian permukaan gigi ditempelin cairan berwarna biru (kalo digoogling sih namanya hidrogen peroksida). Jika ada bagian gigi yang bolong, akan ditutup dengan kapas untuk mencegah radiasi. Setelah semua beres, kita akan disinari dengan sinar ultraviolet selama 60 menit. Tak lupa, kita juga dipakaikan kacamata.

Proses penyinaran ini sungguh tidak enak sekali. Kita dalam posisi terlentang tidak boleh bergerak, mulut menganga dan di bawah sinar ultraviolet. Penyinaran ini tentu juga bikin ngilu yang bukan main rasanya.

Setelah disinari selama 1 jam ini, dokter akan membersihkan gigi kita dan akan mengukur kecerahan gigi kita setelah dibleaching. Ketika di klinik sih, menurut si dokter, kecerahannya naik 2 tingkat. Tapi begitu sampai rumah dan melihat sendiri, kok rasanya sama aja. Dokter juga mengingatkan untuk tidak meminum kopi/teh selama 3 hari setelah bleaching.

Pasca bleaching, gigi jadi super sensitif, ngilu banget terutama gigi-gigi seri. Tak lupa klinik gigi menawarkan odol untuk menghilangkan nyeri dengan harga 200ribuan padahal dikit banget. Untung nyeri nya mulai hilang setelah seminggu.

Jujur, ini adalah pengalaman sekali seumur hidup dan gamau diulang lagi. Kurang worth it aja rasa sakit dengan hasilnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s