Not Officially MSc

Juni kemaren saya telah menyelesaikan mata kuliah terakhir saya sebagai persyaratan kelulusan. Di KTH sendiri, mata kuliah thesis disebut Degree Project alias individual project untuk mendapatkan gelar. Degree Project sendiri terdiri dari 30 ECTS dari total minimum 120 ECTS yang harus diambil. Saya sendiri total mengambil 125.5 ECTS. KTH sendiri membolehkan mengambil sks tidak lebih dari 127.5 ECTS jika tidak ingin membayar biaya tambahan. Degree … Continue reading Not Officially MSc

Mengeluh

Seperti dejavu dengan kehidupan di tahun 2015, rasa-rasanya, 2 bulan terakhir adalah bulan-bulan paling berat dalam hidup #lebay.  Deadline tugas tiada abis. Saat itu saya mengambil 4 mata kuliah yang deadline pengumpulannya cuman berselang seminggu.  Mulai dari tugas individu, proyek, report, paper, exam, dan lain-lain. Selain itu, saya juga memiliki dua kesibukan lain buat mencari tambahan uang. Ditambah lagi alergi yang tidak kunjung sembuh sudah … Continue reading Mengeluh

Tidak Percaya Diri

Semakin luas pergaulan, semakin kenal dengan orang-orang yang pintar di bidangnya, semakin merasa kecil pulalah diri ini. Mungkin bisa dibilang, masa-masa awal sekolah adalah masa dimana kepercayaan diri kita tinggi-tingginya. Mungkin saja, kita adalah sang juara di SD dengan kelas berkapasitas 30 orang. Seiring waktu berjalan, kita mulai melanjutkan pendidikan ke sekolah yang lebih tinggi. Mulai bertemu dengan sang juara-juara dari sekolah asalnya. Tak bisa … Continue reading Tidak Percaya Diri

Teaching Assistant ITB vs KTH

Istilah teaching assistant sendiri sebenarnya tak layak disematkan untuk posisi dengan jobdesk yang saat ini saya lakukan. Karena pada dasarnya, yang dilakukan adalah sebagai assistant yang standby di lab. Jika di ITB dulu, posisi ini disebut Asprak (Asisten Praktikum) sedangkan di KTH sendiri disebut dengan istilah Teaching Assistant (agak berlebihan ya), meski ga ngajar materi di kelas sama sekali. Semester 2 lalu saya mengambil sebuah … Continue reading Teaching Assistant ITB vs KTH

Summer School di Trento, Italy

Apasih yang bisa dilakukan di sela-sela liburan summer? Ada yang memilih traveling ada jg yang beruntung mendapatkan internship di perusahaan. Summer break kali ini berlangsung kira-kira 2 bulan yang begitu cepat saja berlalu. Seperti angin. Karena tidak kunjung mendapatkan summer internship, akhirnya saya menghabiskan sebagian waktu liburan saya dengan summer school saja. Summer school ini program yang diwajibkan oleh jurusan saya. Kami disuruh memilih 3 … Continue reading Summer School di Trento, Italy

Saying Good Bye to TU Berlin

30 April kemaren adalah batas accept untuk melanjutkan tahun ke-2 di TU Berlin dengan jurusan yang sama. Saya membatalkan niat pindah ke TU Berlin karena tidak didukung oleh sponsor utama pendidikan saya, yaitu beasiswa LPDP. Throwback. Akhir tahun lalu, saya mendapatkan tawaran untuk join program double degree. Switch dari program study saya sekarang ini master program KTH Royal Institute of Technology Sweden menjadi program EIT … Continue reading Saying Good Bye to TU Berlin

My Excuses

Kemaren hasil ujian period 1 baru saja diumumkan. Tidak seperti yang diduga (biasanya) nilai saya jauh dari harapan dan dari hipotesis pasca ujian. Meski biasanya selalu bilang kalo ujiannya ga bisa, tp untuk ujian kali ini saya tetap yakin nilai skor maksimum saya setidaknya C lah. Meskipun pada akhirnya hipotesis tanpa dasar teori yang kuat inipun terbantahkan kemaren siang. Yak. saya mendapatkan nilai FX. Sistem … Continue reading My Excuses

Study in Sweden

Sebulan sudah saya mengikuti perkuliahan di KTH Royal Institute of Technology. Sebulan ini pulalah saya merasakan bahwa banyak perbedaan sistem pendidikan di sini dengan di Indonesia, terutama di ITB. Disini, 1 semester dibagi atas 2 periode. 1 periode berlangsung selama 2 bulan. Ya, 2 bulan. Artinya, kamu akan melaksanakan perkuliahan, tugas besar, proyek, dan ujian akhir dalam 2 bulan saja. Cepat sekali bukan. Berbeda dengan … Continue reading Study in Sweden

Mendadak Swedia

Sampai tanggal 11 Juli 2018 kemaren, saya masih gatau harus kuliah kemana. Udah ngomong ke orang kantor bakal resign bulan Januari 2019 karena kayaknya ke Australia aja jadinya (sesuai universitas awal daftar) buat intake Februari. Kita yang berencana, hanya Allah yang kuasa yang mengijabah. Dari pengalaman daftar-daftar universitas, pendaftaran universitas Swedia ini yang paling terakhir saya lakukan. Pendaftaran ditutup akhir Januari, begitupun saya mendaftar di … Continue reading Mendadak Swedia